Belum Jodoh Say^-^

“Hayoooooooo…..”sebuah suara mengagetkanku pagi itu yang tengah duduk melihat PR yang belum rampung.

“haduh zadha jantungku hampir copot tauuu..”omelku pada cowok berparas ganteng nan putih itu. Hampir setiap guru mengenalnya, dia tidak begitu terkenal di sekolah, dia juga tidak aktif di organisasi sekolah, namun otaknya yang encer dan wajahnya yang gak jauh beda sama bintang korea itu membuat dia dikenal oleh setiap guru dan adik kelas kami.

“wah PR nya udah selesai pelit nih gak bagi – bagi….hmmmm lihat ah!“ jawab zaza tanpa memerhatikanku yang masih cemberut. Kami memang selalu bertukar pendapat mengenai pelajaran terutama mata pelajaran matematika dan fisika karema kami sama – sama menyukai hitungan,  kebetulan kami sudah dua tahun ini satu kelas jadi membuat kami semakin dekat dan merasa tidak canggung satu sama lain.

“tuh kan belum selesai, makanya tanya dulu zadha jangan maen ambil aja, karena kamu udah ambil bukunya selebihnya yang belum, kamu yang ngerjain yah. Ok hehehe” kataku sambil melangkahkan kaki ke luar kelas.

“Heyyyyy mau kemana?” Tanya nya tak terima. “Mau sarapan dulu…”teriakku dari luar.

Hari itu pelajaran pertama adalah fisika, disusul b. Indonesia, lalu istirahat dan diakhiri oleh pelajaran tata boga.

Seperti biasa hari itu berlangsung lancar tanpa ada kendala.

“Aya hari ini kita ngerjain PR dulu yuk,,, aku pengen diskusi pelajaran tadi soalnya masih kurang ngerti nih, bantuin yah.. yah.. yah.. “ pinta indah dengan muka melasnya itu. Indah adalah teman baikku, rumahnya dekat dengan rumahku, bahkan seperti saudara, entah kenapa walaupun rumah kami berdekatan dia memaksa ingin belajar di sekolah aja. mungkin dia ingin lebih fokus kali ya..

“berani bayar berapa nih hehehe…” jawabku dengan nada bercanda.

Sore itu kamipun belajar bersama mengulang bahasan fisika tadi pagi. Zadha hari itu juga pulang telat, dia ada rapat ekskul khusus para cowok. Zadha anak bantara lho hehehe…..

Ditengah keasyikan kami membahas fisika tiba – tiba zadha datang dengan wajah lesu.

“kenapa ada masalah?”tanya indah dengan serius

“hehehe nggak, Cuma agak dehidrasi nih, ekhem pengen minum.” Sambil melirik botol minuman yang ada diatas meja.

“jah… bilang aja minta minum.hehehe”jawabku meledek

“hehehehe” zadha dan indah ikut tertawa.

“hmmmmmmmm lumayan terobati”kata zadha setelah minum.

“oh iya, apa anggota lain sudah dikasih tau kalau dana untuk camping minggu depan kurang, tadi seksi humas dan ketua putra sedang mencari jalan keluar..”kata zadha mulai bercerita.

“Wah belum za,mungkin baru kalian aja, rapatnya kan besok sekalian pulang ekskul, biar pada kumpul” jelasku memberitahu.

“iyah rencananya kami akan mengusulkan minta partisipasi dari anak – anak kelas sepuluh, kalau masih kurang paling – paling kas pramuka yang di pakai, buat kemaslahatan umat ini hehehe”jelas indah menambahi.

Diskusi kami sore itu selesai setelah menyelesaikan latihan beberapa soal fisika yang sedang kami bahas.

***

Malam itu di rumahku

“trok..tok..tok..”

Siapa yang bertamu malam – malam gini kataku dalam hati. Akupun bergegas membukakan pintu dan mendapati seseorang didepan sana.

“indah…” kataku dengan alis mengernyit.

“aya hehehe…belum tidur kan? Maaf yah ganggu malam – malam, aku mauuuuu….” tiba – tiba perkataan indah terpotong.

“Mau apa???” tanyaku dengan nada penasaran

“minta nomer HP zadha donk!!!”sentaknya yang terihat malu malu dan salah tingkah.

Tak begitu lama aku membawa HP ku dan menyebutkan satu persatu nomor HP cowok manis itu, setelah mendaptkan yang diinginkannya indahpun pulang kembali ke rumahnya.

Memang wajah indah terlihat senang jika bertemu dengan zadha mungkin saja temanku itu suka dengan cowok ganteng itu, kelihatan banget sih apalagi kalau melihat aku dan zadha akrab dikelas, indah seperti cacing kepanasan dan langsung menarikku ke kantin lah, ke perpustakaan lah, ke mushola lah, banyak sekali alasannya. Pikirku dalam hati yang malam itu membuatku susah tidur memikikannya.

***

Pagi – pagi sekali aku sudah berangkat kesekolah, entah kenapa hari itu aku enggan beangkat bersama indah, pikiranku malam itu masih ada saat pagi – pagi aku terbangun dan berangkat sekolah.

“ayolah aya apa yang kamu pikirkan??? Kalaupun indah suka sama dia kenapa kamu yang kesel?? HAH?? Kesel?????” gerutuku pagi itu didalam kelas yang kebetulan hanya aku yang baru tiba dikelas sebelas IPA dua.

Beberapa menit kemudian kelas langsung berubah ramai, anak – anak mulai datang dan ribut dengan PR hari ini. Zadha datang menhampiriku sebelum duduk di kursinya, zadha duduk tepat di belakang kursiku, ini merupakan kebiasaannya setiap pagi.

“paagii…”sapanya. aku masih belum sadar ada zadha didepanku, aku masih memikirkan kejadian semalam.

Sadar aku tak memberikan respon zadha menarik kerudungku dari belakang. ”busyet dah sombong banget ya…”katanya lagi berharap aku memberikan sebuah respon.

“hah? Apa? PR aku udah selesai nih , jangan lupa koreksi yah” jawabku sambil memberikan buku PR yang daritadi hanya aku lihat saja.

“ihhhh siapa yang nanyain PR? hehehe” ledeknya menanggapi responku yang tidak nyambung. Aku hanya senyum kecil merasa malu karena apa yang aku pikirkan telah membuatku salah tingkah.

“Kenapa? Ko gak nyambung pagi – pagi non?” tanyanya serius. Aku terdiam.

“kenapa?” kali ini nadanya agak teriak.

“kamu pikir telingaku ini sedang infeksi sampe – sampe kamu teriak – teriak kayak gitu…” jawabku dengan nada mengeluh

Zadha beranjak dari kursinya dan duduk disampingku. Aku mulai deg – degan dengan tingkahnya, padahal ini sering ia lakukan namun entah kenapa setelah aku mulai memikirkan sikap indah pada zadha akhir – akhir ini yang mengisyaratkan kalau indah menyukai cowok yang duduk disampingku, sepertinya aku tidak terima kalau hal itu benar – benar terjadi, aku bingung, apa aku juga menyukai zadha? Ah mana mungkin kami hanya berteman, gak lebih! Kataku dalam hati yang berusaha menenangkan pemikiranku saat ini yang sedang galau.

“gak tau nih, bingung..”kataku setelah lama aku terdiam

“bingung kenapa? Masalah cowoknya yah heheh” tanggapnya menggoda.

“yeeeh aku gak punya pacar kali, mau sekolah dulu, kalau pacaran gampang za, besok juga jadi hehehe”jelasku mulai mengeles.

“aku juga untuk saat ini aku gak pacaran dulu, lagian nggak ada untungnya buatku, kalau untuk penyemangat dalam belajar menurutku sih untuk saat ini aku udah semangat banget sekolah” jelasnya panjang lebar dengan nada serius.

“Lagi pula aku tuh pengen kalau punya pacar yang umurnya dibawah aku paling nggak tiga atau empat tahunan lah biar ideal gitu hahaha” sambungnya entah serius atau hanya gurauan semata.

“hahaha biar ceweknya nggak kelihatan tua yah? Kata orang tua zaman dulu, cewek itu lebih cepat tua lho..”tambahku dengan nada bercanda untuk mencairkan suasana. Aku sadar sepasang mata sedang memerhatikan kami saat itu, yah mata indah selalu memerhatikan tingkah laku aku dan zadha pagi itu.

Lima belas menit setelah bel berbunyi guru tata boga baru masuk, kamipun duduk ditempat masing – masing.

Pelajaran tata boga saat itu mempelajari membuat keset dari percak kain bekas, kelas di bagi lima kelompok yang terdiri dari 8 orang, sengaja aku menjauh dari zadha agar kami tak sekelompok. Maafkan aku tapi aku takut menyakiti hati indah meski aku tak tahu sebenarnya perasaan indah pada zadha.

***

Jam 14.15 tepat bel berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba.

Namun hari itu ada ekskul pramuka, sebagian pengurus mengisi acara dengan anak kelas sepuluh, sebagian lagi rapat membahas dana camping yang kurang. Dari hasil rapat disepakati panitia akan meminta partisipasi dari siswa kelas sepuluh dan para panitia.

***

Tepat jam 16.00 kami menyudahi acara kami sore itu setelah sebelumnya melaksanakan apel sore. Pradana (Ketua putra) menjadi pemimpin apel sore itu dan kamipun pulang.

Seperti biasa aku pulang bersama – sama dengan indah setelah tadi malam aku berpikiran jauh tentang perasaan indah pada zadha, namun aku sadar walaupun aku menyukai zadha aku tak mungkin mendapatkan cintanya seperti yang telah dia katakan padaku tadi pagi kalau ia ingin punya pacar yang umurnya berada dibawahnya, jika aku memaksakan perasaanku itu hanya akan menyakitiku sendiri dan akan membuat persahabatanku dengan indah berantakan jika indah menyukai orang yang sama.

“Aya makasih yah kamu udah ngasih nomer HP zadha, maaf aku belum cerita sama kamu tapi kayaknya aku suka deh sama dia..” kata indah diperjalanan pulang.

Apa???? Tuhkan benar apa yang aku pikirkan selama ini ternyata indah memang suka sama zadha. Kataku dalam hati

“oh iyah?? Semalam gimana? Udah sms’an dong. hehe” jawabku dengan menyembunyikan rasa kecewaku karena dugaanku selama ini benar.

“iyah, malam ini aku mau ngomong sama dia kalau aku suka sama dia. Doa’in yah ya semoga lancar?” pintanya memelas, dia tidak tahu kalau diam – diam aku juga menyukai zadha.

“Iiya aku doa’in semoga kalian jadian” jawabku sedikit gagap.

Indah langsung lari ke rumahnya sepertinya dia senang dengan jawabanku yang menandakan kalau aku setuju dengan langkahnya.

***

Malam harinya…

Sudah pukul 22.00 aku belum juga bisa memejamkan mataku seolah masih belum percaya perkataan indah tadi sore dan membayangkan asyiknya indah sms’an dengan zadha, atau mungkin sekarang mereka sedang sms’an sayang – sayangan…

Tiba – tiba HP ku berbunyi menandakan pesan masuk. Setelah kulihat

1 pesan diterima from indah

Dengan hati dag dig dug aku menekan tombok “view”

dia belum bisa menerimaku saat ini T.T

ahhhh syukurlah walaupun arti sms itu zadha bisa menerimanya disaat yang akan datang, yang penting saat ini dia benar – benar menjalankan kata – katanya untuk tidak berpacaran dulu. Semoga perasaanku hanya bersifat sementara dan kelak jika dia telah mempunyai pasangan aku tidak akan merasakan sakit hati seperti yang dirasakan indah saat ini. Maafkan aku indah bukannya aku sahabat yang kejam, namun jika kamu mengetahui perasaanku mungkin ini akan membuatmu lebih sakit hati lagi.

Malam itu akupun tertidur setelah membalas sms dari indah

Belum jodoh say, sabar yah ^-^.